SI-DIORAA (Simulasi Interaktif Diorama, Optimalisasi Refleksi AI dan AR) merupakan inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, interaktif, kontekstual, dan bermakna. Inovasi ini diterapkan pada pembelajaran PAI kelas IX, khususnya materi penyembelihan hewan, akikah, dan kurban, yang memiliki karakteristik materi berupa ketentuan, tata cara, prosedur, serta nilai-nilai yang perlu dipahami dan diterapkan oleh peserta didik. SI-DIORAA dirancang untuk mengatasi pembelajaran yang sebelumnya cenderung berbasis teks dan hafalan dengan menghadirkan pengalaman belajar yang melibatkan pengamatan, eksplorasi, dialog, analisis, simulasi, dan refleksi.
Keunggulan utama SI-DIORAA terletak pada integrasi media fisik dan teknologi digital dalam satu alur pembelajaran. Diorama fisik digunakan sebagai objek konkret yang dapat diamati secara langsung, kemudian dilengkapi dengan QR Code yang menghubungkan peserta didik dengan konten Augmented Reality (AR). Melalui AR, objek pada diorama dapat dieksplorasi secara lebih interaktif dan visual. Selanjutnya, Artificial Intelligence (AI) berperan sebagai AI Learning Companion yang membantu peserta didik mengajukan pertanyaan, berdialog, menganalisis kasus, memperoleh umpan balik, dan melakukan refleksi. Dengan demikian, teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi digunakan untuk memperkuat proses berpikir dan pemahaman peserta didik.
Pelaksanaan SI-DIORAA menggunakan alur pembelajaran yang terintegrasi, yaitu “Lihat – Scan – Dialog AI – Analisis – Simulasi – Refleksi.” Peserta didik terlebih dahulu mengamati diorama untuk menemukan objek dan informasi awal, kemudian melakukan pemindaian QR Code untuk mengeksplorasi AR. Setelah itu, peserta didik berdialog dengan AI berdasarkan pertanyaan atau kasus yang diberikan, menganalisis permasalahan, dan mengambil keputusan melalui simulasi interaktif. Simulasi memungkinkan peserta didik memahami tahapan dan penerapan ketentuan penyembelihan tanpa harus melakukan penyembelihan hewan secara langsung. Pada tahap akhir, peserta didik melakukan refleksi untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan makna dan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui SI-DIORAA, pembelajaran PAI diarahkan dari sekadar mengetahui dan menghafal menuju memahami, menerapkan, menganalisis, memecahkan masalah, dan merefleksikan. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengeksplorasi informasi, berdiskusi, bekerja sama, berpikir kritis, dan menghubungkan materi dengan situasi nyata. Inovasi ini sekaligus mendukung pembelajaran mendalam karena memadukan pengalaman konkret, visual, digital, dialogis, praktis, dan reflektif dalam satu ekosistem pembelajaran. Kerangka SI-DIORAA juga bersifat adaptif dan dapat dikembangkan untuk materi PAI lainnya yang memiliki objek, proses, kasus, atau situasi yang dapat divisualisasikan dan disimulasikan.
